CINTA BARIS

Satria Garuda 16

Eskul yang saya pilih saat kelas 8 namun cintanya tidak ingin dilupakan, inilah eskul Paskibra Satria Garuda 16. Di Paskib sangat seruuu sekali selalu ada saja yang perlu dikenang, ada saja canda tawa yang menggenang, dan yang paling unik kami ini walaupun dipaksa serius tetapi seringnya kami bercanda hingga Kang Bilal memilki muka yang mengganda. Oiya kami ini hobinya melatih Petugas upacara untuk persiapan upacara bendera hari Senin, dan pelatihan akhir-akhir ini adalah melatih adik kelas 7.

Pelatih Paskibra SMPN 1 Bogor

Ini dia sosok dibalik layar dari tirai penuh piala paskib SMPN 1 BOGOR namanya Kang Bilal, pelatih kami yang sengat paham betul dengan detail disetiap materi gerakkan, memiliki koneksi yang banyak didunia perpaskiban, dan yang selalu kami ingat adalah bisnis donatnyaa. Kang Bilal datang disaat paskib Spensa sedang usang karena, kami vakum selama setahun dan Kang Bilal datang sebagai penyelamat. Beliau mengukir tinta emas dengan menorehkan banyak sekali prestasi yang sangat kami syukuri tentunya yang paling membanggakan mencatat sejarah baru bagi dunia perpaskiban Spensa yang kini lebih maju dari sebelumnya.

Melatih Petugas Upacara

Ini adalah kegiatan yang kami lakukan untuk mengisi waktu luang apabila tidak latihan baris, lebih simpelnya hobi kami yaitu melatih Petugas Upacara Bendera Hari Senin. Budaya SMP Negeri 1 Bogor upacaranya itu setiap 2 minggu sekali karena, perlu bergantian penggunaan lapangan dengan SMA Negeri 1 Bogor, juga ada keunikan yang baru terjadi saat angkatan kami (77) kelas 9 kini yang ditunjuk bergiliran untuk menjadi petugas ialah kelas 7 angkatan (79). Maka tanggungjawab kami untuk melatih Petugas Upacara Bendera kelas 7.

Hobi

Kami selain hobi melatih Petugas upacara, hobi kami lainnya adalah Juara. Alhamdulilah hasil basuhan badan dengan keringat kami terbayarkan semua, disetiap kami lomba selalu saya jamin pasti melangkah pulang kerumah dengan wajah jelas gembira karena pasti merasakan menggenggam piala. Setiap kami mengikuti lomba pasti juara, dan raihan terbesar saya ialah Juara Harapan 1 oiya fyi Harapan 1 didunia papaskiban itu sudah baguss karena dari banyaknya kategori juara, harapan 1 ini sudah masuk 4 besarr.

Momen Terseru

Momen yang paling saya tunggu dan menurut saya paling seru, setelah kami sudah latihan berbulan-bulan dan hanya tinggal menunggu pembuktian hasil latihan kami untuk penampilan di keesokan harinya, kami biasanya menginap bersama selama satu malam. Seru sekali rasanya karena bisa mengobrol dengan waktu yang lama dan menyiapkan atribut bersama-sama agar tahu apa saja yang kurang.

Momen Tertegang

Detakan jantung terdengar, pikiran penasaran mencari jawaban, pendengaran harus dipaksa mendengarkan. Itulah rincian yang kami rasakan saat duduk didasar lapangan untuk mendengarkan hasil apa yang akan kami dapatkan setelah tampil, momen pengumuman adalah hal tertegang menurut saya karena dari banyaknya kategori di paskib pasti kami menginginkan yang tertinggi.

0-2160×3840-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:123770945085200;appts:1786322756858;qlty:1;;illum:2 scene:31 humanIn:1;

Baris di Tugu Kujang

Sangat bangga yang terus saya rasakan, ketika saya masih beradaptasi dengan lingkungan yang baru, rasa canggung dan malu berkomunikasi kepada aa dan teteh. Saya bersama 2 rekan saya dari fraksi 10 bisa menunjukkan bahwa angkatan kami di tahun ini bisa baris di tugu kujang bersama Pasus Pandawa 16. Senang rasanya bisa merasakan baris pertama kali di antara lawang salapan dan tugu kujang yang merupakan inti kota Bogor.

Pengibar Sang Saka Merah Putih SMAN 1 Bogor

Entah apa nama rasa yang melebihi dari kata bangga dan senang, tetapi itulah yang saya rasakan ketika diberi beban yang sayang berat dipikul, latihan yang melelahkan dilebihkan dari yang lain, dan tanggungjawab yang sangat besar agar lambang negara terbentang dengan sesuai dan benar. Saya menjadi seorang penggerek, tangan saya selalu berhubungan langsung dengan pertalian bendera dan jujur saja ini kali pertama saya menjadi pengibar, maka disinilah letak kebanggaan saya, Saya mampu menjadi pengibar SMAN 1 Bogor yang ditempa dari perintis bukan pewaris.